[1211dooty] Perlukah Adanya Preservasi Dalam Perpustakaan Digital ?

dotty

So, dengan admin 1211dooty di sini, kita bacak lagi dengan beberapa post yang sidikit menyimpang dari post-post lainnya, dan post ini juga akan dibuatkan ‘laman’ sendiri nanti dengan judul ‘EDUCATION’. Jadi, sebagai pembukaan pertama mungkin kalian sudah tahu post pertama aku tentang “Creativity with My Library”, posting video yang aku unggah setelah acara kampus yang mengaharuskan membuat even perpustakaan di sekolah-sekolah (TK,SD dan SMP).

Selanjutnya ini adalah posting ke 2 dengan pembahasan tentang “Konservasi dan Preservasi”, tapi posting ini akan cenderung ke arah “Preservasi”, lalu kenapa “Konservasi”nya tidak sekalian ? Jawabannya adalah, “Konservasi” atau pembahasan “Konservasi”, sudah dibahas di blog lainnya, kalian bisa check di dottysgoldennest.blogspot.com . Jangan lupa ramaikan blog personal admin yang lainnya ya ^^.

Langsung saja dibahas tentang , ” Perlukah Adanya Preservasi Di Perpustakaan Digital ?”, menurut kalian bener gak sih pertanyaannya seperti itu ? Kenapa kok bukan , “Mengapa Koleksi Digital Harus Dipreservasi ?”, sebenarnya sama saja ya mau perlukah atau mengapa , jadi langsung saja dibahas ke pokok postingan ^^.

Preservasi dokumen digital adalah proses memilih, mengadakan, mengolah, melayankan, serta memelihara dokumen/data digital sehingga dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama secara internal oleh public sesuai dengan kaidah, norma dan kode etik yang berlaku, (Mustofa, 2008)

 

Tiga jenis preservasi digital yaitu;

  1. Preservasi terhadap media yang menyimpan dokumen digital (tape, disk, optical disk, cd/dvd dll).
  2. Preservasi software dan format penyimpanan.
  3. Preservasi terhadap isi dokumen

Preservasi terhadap media yang menyimpan dokumen digital ;

Dokumen digital rentan kerusakan dalam arti tidak dapat terbaca atau tak bisa diakses lagi bila ada kerusakan walaupun itu kecil. Jadi untuk penyimpanana diupayakan perangkat itu bandal atau tidak mudah rusak , atau mungkin dapat meminimalisir dengan memberinya pelindung dan meletakkanya pada tempat yang aman. Karena bila tape,disk,optical disk,CD/DVD rusak sedikit saja, bisa menjadi kekacauan yang sangat fatal di perpustakaan digital.

Preservasi software dan format penyimpanan ;

Masalah kedua adalah perkembangan peranti keras diikuti peranti lunak yang berubah versi dengan cepatnya. Bila kita atau pustakawan tidak bisa menyesuaikan software perpustakaan dengan data atau format data yang dimiliki, pastinya data tersebut tidak akan terbaca atau tidak akan berfungsi. Jadi perkembangan peranti lunak /software tentunya harus diimbangi dengan pengetahuan yang luas akan format apa saja yang didukung di dalam software itu agar tidak terjadi , no detect access document yang bisa membuat proses alur di dalam perpustakaan digital menjadi terganggu.

Preservasi data/dokumen digtital menjadi hal penting karena hal berikut;

  1. Akumulasi data yang tak terkendali,
  2. Kerusakan data tanpa sengaja,
  3. Pengubahan data tanpa hak,
  4. Kelangkaan metadata dan sistem dokumentasi,
  5. Bentuk data elektronik yang tidak dapat dipreservasi,
  6. Kelangkaan mekanisme untuk preservasi,

Ada beberapa solusi/tindakan yang dapat dilakukan untuk melindungi dokumen digital tersebut, yaitu :

  1. Refresing, yaitu men-copy file-file digital dari satu media penyimpanan ke media penyimpanan lain akan tetapi masih akan tetapi masih dalam satu jenis. Misalnya melakukan pemindahan data dari CD ke CD yang lain
  2. Migrasi atau migration, yaitu mentransfer data digital dari satu konfigurasi hardware/software kebentuk yang lainnya atau dari satu komputer ke generasi komputer yang lebih baru
  3. Emulasi (emulation), yang membuat peranti keras atau peranti lunak yang akan menirukan fungsi hardware dan software lain agar program berjalan, seperti komputer Macintosh menjalankan software Windows. Pekerjaan ini dinamakan emulasi dengan data disimpan dalam format aslinya, peranti lunak disimpan dengan dokumentasi penuh, peranti keras dibuat untuk meniru mesin asli.

Baik, jadi kalian sudah tahu bukan kalau perpustakaan digital itu sama pentingnya dengan perpustakaan textual yang masih banyak kita temui di Indonesia ini. Tapi , belajar dari postingan preservasi ini juga , kalian bisa jadi tahu juga kalau perangkat digital sangat rawan dengan kerusakan dan kehilangan yang sangat fatal . Jadi alangkah baiknya dari diri sendiri kita juga harus memulai untuk merawat perangkat digital kita dengan baik dan selalu melakukan back-up document yang memang penting-penting saja. Bukannya saat memory kalian FULL , kalian baru mulai untuk memindah dan memindahnya secara langsung tanpa melakukan selection, itu sama saja kalian hanya memindah saja tanpa adanya pemback-upan yang benar.

Sekian , postingan tentang EDUCATION dadakan ini by admin 1211dooty. Stay selalu di wordpress. wattpad, blogspot admin 1211dooty. Dan kalian bisa contact juga admin di email kebanggaan admin ( d1211.darkchoco@gmail.com)

BYE-BYE ^^

 

 

Nama : Dotty Isyuana

NIM : 153141607111013

Dosen Pengampu :

  1. Eka Ratri Noor W. S. Si., M. Si., M. Sc.
  2. Pitoyo Widhi Atmoko, M. Si

Sumber : http://irma.staff.ipb.ac.id/2010/04/07/mengapa-koleksi-digital-harus-dipreservasi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s